Sejarah Takengon Barat



Nama Kampung Baru ini muncul karena dulu, sekitar awal kemerdekaan Indoensia, daerah ini baru dijadikan tempat pemukiman baru bagi orang-orang yang datang ke pusat kota Takengon, tempat ini sangat cocok di jadikan pemukiman karena terletak sangat strategis di hilir sungai Peusangan.Dulu, wilayah Kampung Baru ini luas dan jadi kampung induk. Ada beberapa kampung lain yang sekarang sudah berdiri sendiri seperti kampung Kuteni Reje, dan Merah Mersa. Beberapa bangunan bersejarah masih berdiri kokoh sampai saat ini, contohnya seperti meunasah Al-Hidayah dan salah satu tugu Yonzipur di sebelah meunasah yang menjadi saksi bahwa Pasukan Yonzipur pernah singgah di tempat ini.

Lalu nama Kampung Baru di ubah menjadi Takengon Barat, hal ini disebabkan karena wilayah ini berada di wilayah barat kota Takengon. Takengon Barat memiliki sejarah kuat dari masa kolonial Belanda sebagai Ondeer Afdeeeling yang dikembangkan untuk perkebunan kopi dan tembakau. Takengon berasal dari kata \"tikeunon\" yang merujuk pada akses jalan berkelok ke wilayah tersebut, atau dikaitkan dengan penduduk lokal. 

Dulunya, wilayah Takengon Barat yang di bentangi onleh sungai Peusangan ada yag namanya budaya mencuci pakaian bersama. Jadi, ketika fajar sudah menyingsing para ibu-ibu akan langsung turun ke sungai untuk mencuci pakaian, sayangnya budaya tersebut sudah mulai hilang di karena kan teknologi yang mulai canggih, dan di buat nya proyek PLTA yang membuat sungai semakin dalam, sehingga sudah sangat jarang ada yang mencuci pakaian di sini. 

Pada tahun 2021, Takengon Barat ditetapkan sebagai Kampung Demokrasi oleh KIP Aceh Tengah karena tingginya partisipasi masyarakat dalam proses politik.




Takengon Barat

Alamat
Jl. Kp. Baru Tepi Kali-Takengon Barat, Kode Pos 24514
Phone
085359751911
Email
takengonbarat@gmail.com
Website
takengonbarat.sigap.latih.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

979